Kamis, 15 November 2012

IPA dan Teknologi Bagi Kehidupan Manusia


A.    SEJARAH PERADABAN MANUSIA DAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
Sejarah peradaban manusia dimulai pada zaman purba (diperkirakan 4 juta tahun SM – 20.000 tahun yang lalu). Pada masa itu sudah ada teknologi sederhana, seperti alat-alat untuk berburu dari batu tajam, menggunakan api, membuat alat untuk berlayar di sungai (perahu), dsb. Dari hasil penemuan fosil manusia purba atau pramanusia diperkirakan ada perkembangan struktur manusia dari bentuk manusia primitif ke manusia modern.
Di samping itu, peradaban teknologi manusia juga berkembang. Sebagai contoh Eugene Dubois (1887) di daerah Trinil tepian Bengawan Solo menemukan fosil Pithecantropus Erectus atau Homo Erectus, hidup kira-kira 500.000-300.000 tahun lalu. Volume otaknya 770-1000 cc. Mereka sudah membuat alat-alat tertentu, seperti alat pemotong dari batu, rumah tempat berlindung, alat untuk berlayar (kapal), alat untuk membakar (api), dan diduga sudah memiliki bahasa untuk berkomunikasi.
Manusia Cro-Magnon (30.000 tahun lalu) yang dianggap nenek moyang bangsa Eropa, terbukti sudah mempunyai peradaban yang cukup tinggi, seperti membuat lukisan, memuja dewa-dewa, membuat alat berburu, hidup bermasyarakat, membuat rumah, dsb. Namin makanan mereka masih mengandalkan bahan makanan yang tersedia dari alam, sehingga bila persediaan bahan makanan di daerahnya sudah habis, mereka akan pindah ke daerah lain yang banyak persediaan bahan makanan.
Tetapi semakin besar populasi mereka, semakin cepat persediaan makanan  habis. Hal ini membuat mereka mulai bercocok tanam dan memelihara ternak. Pada era ini, manusia menyebar ke mana-mana mencari tanah yang subur. Baru-baru ini dipublikasikan temuan nenek moyang bangsa Eropa dari hasil penggalian fosil manusia di Jerman dan Swiss yang sudah berumur 16.000 tahun lalu. Mereka sudah membuat rumah yang besar dan panjang.
Umunya, perkembangan budaya manusia di masing-masing daerah di dunia ini tidak sama kurun waktunya. Sebagai contoh, beberapa tahun lalu ditemukan manusia berumah di atas pohon di daerah Papua. Padahal, manusia berumah di atas pohon itu sudah ada semenjak ribuan tahun yang lalu di daerah lain. Contoh lain, pada abad ke-13, di Mesir sudah berdiri Universitas Al-Azhar, di Italia sudah berdiri menara Pisa, namun di Indonesia pada waktu itu peradabannya masih sangat sederhana sekali, begitu juga di daerah lain.
Alvin Tofler dalam bukunya The Third Wave, membagi sejarah peradaban manusia menjadi tiga gelombang :
a.       Antara tahun 800 SM – 1700 M, disebut gelombang pertanian. Manusia menemukan dan menerapkan teknologi pertanian. Tanah menjadi landasan bagi kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan politik masyarakat. Hubungan antar manusia sangat akrab, tetapi kemudian berubah secara total dengan datangnya industri.
b.      Tahun 1700 – 1970, disebut dengan gelombang industri. Pada gelombang ini, manusia mulai beralih ke energi, seperti minyak bumi, batu bara, dan gas bumi sebagai landasan ekonomi, sosial, budaya dan politiknya. Mulai ditemukan mesin uap, didirikan berbagai macam barang. Hubungan antar manusia menjadi impersonal, komunikasi dikuasai oleh media massa. Gelombang ini akhirnya digusur oleh gelombang teknologi komunikasi.
c.       Tahun 1970 – sekarang, disebut sebagai gelombang teknologi komunikasi dan informasi. Peradaban manusia didukung oleh kemajuan teknologi komunikasi dan pengolahan data, penerbangan dan aplikasi angkasa luar, energi alternatif dan energi terbaru, rekayasa genetika, bioteknologi, dengan komputer dan mikro teknik sebagai teknik intinya. Pada era ini, dunia dikuasai oleh negara yang menguasai teknologi komunikasi dan informasi.

B.     IPA SEBAGAI DASAR BAGAI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
IPA dan teknologi juga mengalami perkembangan dari yang sederhana menjadi yang lebih modern. Pada tahap awal, IPA dan teknologi berjalan sendiri-sendiri, seperti tidak ada kaitannya satu sama lain. Sebagai contoh, teknologi awal penemuan alat pencabut paku, api, perahu, alat pemotong, dsb, sepertinya tidak ada hubungannya dengan IPA. Dengan kata lain, tidak ada peranan IPA dan di dalamnya.
Pada tahap berikutnya, orang mulai merasakan adanya hubungan IPA dengan teknologi. Hal ini dipicu oleh perkembangan IPA yang semakin pesat dalam berbagai bidang, sehingga dirasakan bahwa IPA diperlukan untuk menciptakan suatu produk-produk teknologi yang berkualitas. Sebagai contoh, penemuan mesin uap oleh James Watt (1773 – 1819), yang menerapkan ilmu Fisika-Termodinamika untuk menghasilkan tenaga uap.
Tahap selanjutnya adalah tahap di mana IPA dan teknologi berkembang bersama-sama dan saling kait mengkait, sehingga sulit memisahkan antara IPA dan teknologi. Jadi, teknologi berkembang karena IPA dan IPA berkembang karena teknologi. Teknologi adalah penerapan IPA dalam menghasilkan produk-produk yang dibutuhkan manusia. IPA tanpa teknologi ibarat pohon tiada berbuah, teknologi tanpa IPA ibarat pohon tiada berakar. Perkembangan IPA dan teknologi berdampak besar terhadap keseluruhan aspek serta kelangsungan kehidupan manusia.
1.                  IPA dan Teknologi pada Penyediaan Pangan
Peranan IPA dan teknologi pada penyediaan pangan sangat penting. Produksi pangan dapat ditingkatkan dengan kemajuan IPA dan teknologi, antara lain melalui teknologi pengolahan lahan, penyediaan benih, pupuk, teknologi panen, dan pengolahan produk.
2.                  IPA dan Teknologi dalam Penyediaan Sandang
Kemajuan IPA dan teknologi juga penting dalam menghasilkan berbagai produk bahan sandang, seperti pembuatan serat sintesis secara kimia guna mengatasi kekurangan kapas, pembuatan zat warna sintesis untuk mewarnai busana, dsb.
3.                  IPA dan Teknologi dalam Penyediaan Papan
Penyediaan papan terkait dengan penyediaan tempat berlindung manusia/rumah juga memerlukan kemajuan IPA dan teknologi untuk menghasilkan berbagai produk bangunan yang sangat dibutuhkan manusia, seperti semen, batu bata, keramik, kayu, aluminium, seng, genteng, dsb.
4.                  IPA dan Teknologi dalam Penyediaan Energi
Kemajuan IPA dan teknologi dapat menghasilkan berbagai produk energi, seperti minyak bumi, batu bara, gas bumi, energi nuklir, listrik, dsb. Di samping itu, kemajuan IPA dan teknologi berperan penting dalam menciptakan produk-produk energi alternatif, seperti energi matahari, panas bumi, air, energi bioteknologi, dsb.
5.                  IPA dan Teknologi dalam Perkembangan Industri
Kemajuan IPA dan teknologi memicu munculnya berbagai macam industri yang memproduksi berbagai produk kebutuhan manusia, seperti industri pesawat, otomotif, elektronika, pangan, perabot rumahtangga, tekstil, kertas, komputer, dsb.

C.    MANFAAT DAN DAMPAK NEGATIF IPA DAN TEKNOLOGI TERHADAP KEHIDUPAN MANUSIA
·           Manfaat :
1.      Pengadaan energi, meliputi :
a.       Energi mekanik
b.      Energi panas
c.       Energi magnetik
d.      Energi listrik (air terjun, angin, diesel, nuklir, dan uap untuk menggerakkan generator)
e.       Energi kimia
f.       Energi bunyi
g.      Energi nuklir
h.      Energi cahaya
2.      Nuklir :
a.       PLTN
b.      Teknik nuklir dalam kesehatan
c.       Teknik nuklir dalam industri (industri pengawetan makanan, kesehatan, benih tanaman, industri kayu, hidrologi, industri radiografi, dan studi pencemaran lingkungan)
·           Dampak negatif kemajuan IPA dan teknologi terhadap :
1.    Teknologi nuklir
2.    Pendayagunaan SDA
3.    Transportasi, komunikasi, dan informasi
4.    Kesehatan

D.                IPA DAN TEKNOLOGI MASA DEPAN
Perkembangan di bidang :
1.      Mikroelektronik
2.      Teknologi bahan
3.      Bioteknologi









Sumber :
diambil dari materi perkuliahan mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar (IKD) di Universitas Negeri Padang
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar